A. BEFORE TFD
I. Aeternum Infernum
Setelah kejadian The Void Explosion, semesta Vi yang merupakan produk perbenturan tujuh portal masih sangatlah tidak stabil. Rumah mereka, Gaia, bukanlah seperti yang sekarang. Dahulu dunia semesta Vi terbelah menjadi dua, bagian siang dan bagian malam. Bulan dan Matahari di Gaia tidak pernah terbenam, mengikis permukaan Gaia ratusan juta tahun lamanya. Penghuni asli Gaia tidak banyak yang hidup lama, menjadikan populasi keseluruhan dunia kurang dari satu juta orang. Periode ini disebut dengan Aeternum Infernum.
II. Paradisus Temporalis
Para dewa dan dewi berbelas kasihan kepada semesta ini. Akhirnya, mereka setuju untuk memberkahi semesta Vi. Sang dewi waktu adalah dewi pertama yang turun ke Gaia. Ia membelah waktu menjadi siang dan malam, sehingga seluruh permukaan Gaia rata. Lalu satu persatu para dewa dan dewi menurunkan berkahnya. Gaia berubah menjadi surga dunia dalam kurun waktu satu tahun. Hal ini tentu saja membuat para penghuni Gaia bahagia. Periode ini disebut dengan Paradisus Temporalis.
Tetapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, dikarenakan kerakusan manusia sendiri, mengembalikan situasi Gaia seperti yang lampau. Merasa dihina, para dewa dan dewi tidak lagi berbelas kasihan kepada semesta Vi.
III. Orde Vi
Tahun demi tahun berlalu. Pertengahan tahun 800-an setelah semesta Vi terbentuk, diturunkanlah 'Orde Vi' oleh sang kreator melalui salah satu Caporegime.
Isi dari Orde Vi ialah;
We foresaw what will be this void's destiny
(Kami meramal apa yang akan menjadi takdir kekosongan ini)
Bring us ten children from your brethren
(Berikan kami sepuluh anak dari saudara-saudarimu sendiri)
In this Chateau we will enlighten
(Di istana ini kami akan menerangkan [mereka])
Shall them become pillars of humanity
(Maka mereka akan menjadi pilar kemanusiaan)
Tidak lama setelah diturunkan nya Orde Vi, para dewa dewi memenuhi keinginan sang kreator dengan membuat sepuluh 'Children of God', yang nantinya dikenal sebagai sepuluh klan pilar. Anak anak ini dikirim ke God's Chateau, dimana mereka diberi wahyu dan anugerah oleh sang kreator sendiri. Setelah dirasa cukup, anak anak tersebut diturunkan satu persatu sebagai petunjuk manusia semesta Vi.
B. THE FIRST DESCENSION
I. Biarkanlah Ada Cahaya
Faraki Fyodorov dilahirkan kedunia, sebagai pemimpin para pilar dan satu satunya Children of God yang tidak dibuat langsung oleh para dewa dan dewi, melainkan saat lahir diberi berkah. Faraki lahir ditengah gurun salju, tanpa orang tua. Ditinggalkan didalam keranjang rotan dengan kertas yang bertuliskan namanya, 'Фараки Федоров'.
Beberapa hari menangis ditengah badai salju, akhirnya tangisan itu terdengar oleh seorang pedagang keliling yang kebetulan lewat. Dengan rasa iba, pedagang tersebut membawa bayi itu pulang kerumah dan mengangkatnya sebagai anak. Faraki dibesarkan sebagai kaum menengah, walau begitu ia adalah lelaki bertekad membara dan lidah setajam duri. Menginjak umur tujuh belas, Faraki mendapatkan mimpi yang aneh selama tujuh malam berturut-turut. Didalam mimpi itu, ia melihat Gaia yang berbeda. Langit berwarna biru cerah, lautan dalam yang menenangkan, hewan berkeliaran mencari makan, dan ia berdiri sejajar dengan sepuluh orang lainnya, menyaksikan keindahan dunia. Faraki bingung, tetapi ia yakin ada sesuatu dibalik semua mimpi ini. Mungkin saja, para dewa dan dewi sedang berkomunikasi dengannya. Tidak lama setelah mimpi tersebut Faraki meminta izin kepada walinya untuk mengembara mengelilingi Gaia.
The world we see as it is, is not what the gods are offering.
(Dunia yang kita lihat seperti ini, bukanlah apa yang para dewa tawarkan)
Let there be light, as we search for it by faring.
(Biarkanlah ada cahaya, sementara kita mencarinya melalui pengembaraan)
I, Faraki Fyodorov, swore to change this hell of void.
(Saya, Faraki Fyodorov, bersumpah untuk merubah neraka kegelapan ini)
Be it my soul eroded by the winds,
Be it my body torn by time.
(Walau jiwa terkikis angin, walau badan dikoyak waktu)
II. Itulah Cinta!
Tujuan Faraki mengembara paling pertama ialah kearah timur dari titik awal, yang sekarang menjadi Kryl'ya timur. Faraki mendengar ada kejadian besar dari penduduk yang lalu lalang. 'Sebuah cahaya jatuh dari langit dan mengaku sebagai penyelamat semesta', setidaknya itu kesimpulan yang didapatkan dari kabar burung.
Setelah Faraki sampai di salah satu perkampungan penduduk, dia memulai pencariannya akan cahaya yang misterius ini. Rumah demi rumah dan pintu demi pintu dikunjungi demi mendapat informasi mengenai ciri-ciri dan keberadaan entitas misterius sebelumnya. Setelah beberapa waktu Faraki akhirnya mendapatkan informasi yang cukup mengenai sang 'Penyelamat'. Setidaknya Faraki pikir begitu, sebelum makhluk yang ia cari-cari berdiri persis dibelakangnya.
Boo! It is i, love!
(Baa! Inilah saya, cinta!)
Pertemuan Faraki dan Aibana adalah suatu hal yang cukup absurd dan ajaib. Setelah berbincang sebentar, Faraki mengetahui bahwa Aibana turun dari 'istana yang gelap dan jauh dari delapan semesta', Aibana juga mendeskripsikan dua pengajarnya yang 'berpakaian aneh dengan rambut pirang berpotongan jelek'. Oh, untunglah Godfather tidak mendengar itu.
Faraki menjelaskan tujuannya mengembara serta pencariannya akan sepuluh orang yang muncul didalam mimpinya itu. Aibana dengan percaya diri mengatakan bahwa salah satu dari sepuluh orang tersebut adalah dirinya, sekaligus menawarkan diri untuk menemani Faraki dalam perjalanan.
People are frail,
(Manusia itu rapuh)
Each of us needs one another so we don't stale.
(Setiap orang membutuhkan orang lain agar tidak membosankan)
Love is the strongest bond next to hate,
(Cinta adalah ikatan terkuat setelah benci)
Love each other, shall you be far from afraid.
(Cintai satu sama lain, maka dijauhkanlah dirimu dari ketakutan)
III. Membenci Yang Mencintai
Faraki dan Aibana melanjutkan perjalanan mengitari Kryl'ya timur hingga sampailah mereka di bagian pesisir pantai. Terdapat sesuatu yang salah dipesisir tersebut, Aibana dengan percaya diri menelusuri pasir yang sudah terkikis oleh lautan biru tua. Faraki mengikuti Aibana hingga sampailah mereka pada sebuah batu. Tepatnya batu hitam yang sangat besar. Batu tersebut meradiasikan cahaya hijau yang terang; merangsang keingin-tahuan Aibana dan kewaspadaan Faraki. Diketuklah batu tersebut, yang menghasilkan retakan besar dan menampakkan sesosok anak bertanduk didalam.
Anak itu membuka matanya dihadapan kedua insan yang tercengang;
We have met, for final.
(Kita telah bertemu, pada akhirnya)
Anak dengan rambut pendek, berkulit keunguan, dan berbaju hitam itu memperkenalkan diri dengan sebutan 'Liu'. Ia menceritakan secara singkat bahwa ia dikirim dari tempat yang sama seperti deskripsi Aibana. Faraki ragu, bila mereka datang dari tempat yang sama bukankah seharusnya mereka mengenal satu sama lain? Aibana hanya menggeleng, istana gelap itu sangat luas; mungkin mereka ada dibagian istana yang berbeda.
Walau Faraki masih meragukan, ia menerima penjelasan dua 'alien' didepannya dan menjelaskan perjalanan keliling Gaia miliknya. Liu menjawab bahwa ia diberitahu pengajarnya untuk mengikuti seorang pria tinggi berambut abu-abu dan bermata merah setelah sampai di semesta ini.
Tentu saja, kriteria diatas sangat cocok bagi sang Tuan Fyodorov.
What has enclosed my soul is the darkest hatred,
(Apa yang telah menyelubungi jiwaku ialah kebencian tergelap)
What is not condemned bad, when all you could do is bad?
(Apa yang tidak divonis buruk, ketika semua yang kau lakukan adalah kejahatan?)
What is not condemned good, the time you are dead?
(Apa yang tidak divonis baik, ketika kau mati?)
The strongest force that everyone loves, it is hatred.
(Kekuatan terkuat yang dicintai semua orang, adalah kebencian)
IV. Pendatang Tetaplah Asing
Faraki dan yang lainnya mengitari Kryl'ya timur untuk beberapa minggu sebelum merasa cukup dan bergerak keluar tanah bersalju abadi itu. Melalui kapal kecil, Faraki, Aibana, dan Liu menerjang luasnya lautan menuju kearah selatan. Tentu saja dengan sedikit pemaksaan oleh Faraki yang nekat.
Dan naasnya, ombak menuju sisi seberang Kryl'ya terlalu ganas bagi kapal kayu mereka. Faraki terpaksa mengambil jalur memutar, meski tidak tahu menahu akan mendarat dimana. Setelah mendayung berhari-hari; yang tentunya membuat Liu dan Aibana heran mengenai staminanya, Faraki sampai di daerah perairan daratan yang asing. Setelah turun dari kapal, tiga anak itu segera mencari pemukiman penduduk; karena mereka mengapung dilautan lepas tanpa persediaan makanan selama puluhan hari.
Untungnya tidak jauh dari perairan tempat mereka berlabuh, terdapat pemukiman kecil yang sangat ramah kepada pendatang. Setelah menetap dan mengistirahatkan badan, Faraki berniat untuk melanjutkan perjalanan kembali. Dengan berbekal peta dari warga setempat, mereka bertiga siap untuk mengembara mencari orang selanjutnya.
Dengan berjalan kaki dan menginap, sampailah mereka di kota pusat daratan asing tersebut. Kota yang hidup, dengan pemandangan yang merenggut hati. Walau begitu, pandangan orang-orang dikota tersebut seakan mencurigai tiga pendatang kita.
Tentu saja, dari tiga pendatang yang memakai baju normal hanyalah satu.
Sadar akan atmosfir yang sedikit mencekam, Faraki mengajak dua temannya ke tempat yang sepi selagi ia membelikan baju bagi mereka. Setidaknya jika kau ingin menyelamatkan dunia, berbaurlah.
Disaat ia selesai membeli baju, disitulah teriakan seseorang menusuk kupingnya.
God's wine, best wine! Get one from Kraosi's disciple, yours truly, Vargas! Come come!
(Anggur para dewa, anggur terbaik! Dapatkan satu dari murid Kraosi, yang terhormat, Vargas! Ayo ayo!)
Dari pakaian 'murid Kraosi' tersebut, Faraki sudah menebak ialah orang selanjutnya. Ia menghampiri sang penjual anggur merah. Vargas membelalakkan matanya sekaligus berkacak pinggang sembari mengeluh mengapa pria berambut abu didepannya sangat lama. Tanpa berbasa-basi lebih lanjut, Faraki menyatakan tujuan dan pencariannya. Vargas tertegun atas perilaku Faraki yang terlalu frontal, walau begitu ia tetap mengikuti Faraki ke tempat Aibana dan Liu bersinggah.
Faraki menjelaskan semua, khususnya bagian dimana Vargas bisa menumbuhkan anggur langsung dan menjadikannya anggur merah secara instan. Aibana dan Liu hanya mengangkat bahunya sambil mengatakan semua dari mereka memiliki kemampuan khusus.
Faraki tidak pernah merasa paling terkhianati seumur hidupnya.
Vargas hanya tertawa menyaksikan pemandangan didepannya.
You live for once, different and strange are things we should enjoy.
(Kamu hidup untuk sekali, berbeda dan aneh adalah hal yang harus dinikmati)
Should we be in union, is to reach the euphoria of life and joy!
(Bila kita harus bersatu, adalah untuk mencapai euforia kehidupan dan sukacita)
V. Navigasi Minimalis
Setelah beberapa hari berbaur di ibukota, Faraki dan pilar yang lainnya siap untuk melanjutkan perjalanan kearah selatan dataran asing tersebut. Dengan bekal yang lebih banyak dari sebelumnya mereka beranjak menggunakan kereta kecil yang dibuat oleh Vargas sebelumnya.
Memasuki wilayah selatan, hutan serta tanaman semakin lebat. Jalan mulai terhambat dikarenakan tanaman merambat yang menyangkut di roda kereta para pilar. Mereka kesusahan untuk maju melewati hutan belantara, sebelum seseorang dengan topi dan baju yang aneh menghampiri mereka.
Walau dihujani tatapan aneh dari para penunggang kereta, sosok bertopi tersebut membenarkan roda yang terjerat dalam tanaman sekian detik. Faraki mengerti bahwa sosok didepannya merupakan orang selanjutnya, tetapi ia tidak bahasa yang keluar dari mulut itu.
Sosok bertopi tersebut naik tanpa undangan keatas kereta mereka dan menunjukkan arah keluar hutan tadi. Setelah keluar, ia lanjut memberikan petunjuk untuk terus berjalan kearah selatan, sampai terlihat sebuah pulau diseberang dataran asing mereka berada. Ini semua ia lakukan tanpa membuka mulutnya untuk berbicara, hanya dengan jari telunjuknya.
9 1 13 9 20 19 13 1 14 9 6 5 19 20 1 20 9 15 14 20 8 5 9 14 20 5 14 20 9 15 14 1 12 3 21 18 19 5.
END OF LOG ; CONTINUED IN TSD (THE SECOND DESCENSION)
